Kamis, 11 Juni 2020

Juni 11, 2020

[Surat Cerita Ibu #3]⁣⁣⁣⁣⁣


⁣⁣⁣⁣Bismillah..⁣⁣⁣⁣⁣.
⁣⁣⁣⁣⁣
Assalamu'alaikum, Nak...⁣⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣⁣
Disurat kali ini ibu mau cerita tentang salah satu film kesukaan ibu. Kalo kamu penasaran, kamu bisa cek di folder film yang ada dilaptop ibu, disana sengaja ibu simpan untuk kamu. *Uhukkk⁣⁣⁣⁣⁣
⁣⁣
Filmnya berjudul Iqra : petualangan meraih bintang. Sebuah film yang berkisah tentang seorang gadis kecil bernama Aqila yang sangat menyukai sains dan dunia astronomi, namun belum begitu pandai mengaji. ⁣⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣⁣
Kisahnya begini, jadi saat itu Aqila sedang berlibur ke rumah kakeknya yang juga seorang peneliti astronomi. Liburannya bukan hanya sekedar liburan pada umumnya, melainkan untuk mengerjakan tugas karya tulis tentang sebuah peneropongan planet pluto melalui di Observatorium Bosscha ; tempat kakeknya bekerja. Tentu saja permintaan Aqila diperbolehkan oleh sang kakek, namun dengan satu syarat yaitu Aqila harus bisa membaca Al Qur’an dengan baik terlebih dulu. Saat mendengar syarat dari sang kakek, Aqila sedikit tak bersemangat karena mungkin ia merasa 'apa hubungannya meneropong dengan harus bisa mengaji?'⁣⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣⁣
Nah disini pointnya Nak, dari film itu ibu belajar bahwa betapa pentingnya membaca dan mempelajari Al-Qur'an, karena semua ilmu pengetahuan ada didalamnya. Itulah kenapa Allah pertama kali menurunkan wahyu kepada Rasulullah tentang perintah membaca. Agar kita bisa memahami pesan Allah, mengerti tanda – tanda alam, dan memaknai hidup ini dengan baik dan benar. ⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣⁣
Kita belajar sama-sama yaaa. Nanti InsyaAllah ibu cerita lagi tentang series kedua dari film ini, semoga kamu ga bosen heuheu. Oh iya titip salam sama ibu. Coba tanya, mimpinya mau ke Bosscha sudah direalisasikan belum? Kalo belum, jangan lupa bujuk Ayahmu ya, mungkin bisa dijadikan agenda liburan keluarga. Hihihi⁣⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣⁣
Sampai bertemu di surat berikutnya Nak, semoga Allah ridho. Ibu sayang kamu, jauh sebelum kamu ada.⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣
-Ibu, saat tidak bisa tidur. Kenapa? Karena belum ngantuk aja hehe.⁣⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣⁣
#projectibu⁣⁣⁣⁣⁣
#projectceritacintaibu⁣⁣⁣⁣⁣
#ceritacintaibu
#petualanganmeraihbintang

Senin, 01 Juni 2020

Juni 01, 2020

[Surat Cerita Ibu #1]⁣⁣⁣⁣⁣

Bismillah...

Assalamu'alaikum, Nak...

Ini tulisan ibu, saat usia 22 tahun. Semoga tulisan ini sampai kepadamu, meski ibu tidak tahu kapan dan di usia berapa kamu akan membacanya.

Kok kaku yaa? Hehe
Gapapa ya, ibu emang suka malu-malu gitu, jangankan sama kamu, sama ayahmu yang saat ini masih ibu doakan saja, rasanya sudah malu-malu. Apalagi sama kamu yang masih amat jauhhh. Wkwkwk (Ini ketawa virtual yang hits di zaman ibu, entah gimana nanti di zaman mu, nanti ceritakan pada ibu ya^^)

Kelak kamu boleh panggil ibu dengan panggilan apapun, entah Umma, Mama, Bunda, apa saja, senyamannya kamu.  Tapi untuk saat ini ibu akan menyebut diri dengan panggilan ibu dulu gapapa yaa, karena ibu senang, entah kenapa terdengar lembut sekali. Perihal panggilan ke ayahmu, nanti kalo kami berdua bertemu ibu akan tanyakan ia lebih suka dipanggil apa, mungkin kelak kami akan berdiskusi sederhana untuk menentukan sebuah panggilan sayang hihi. Duh semoga ibu tidak canggung yaaa...

Ohiya hampir lupa, jadi disurat ini ibu mau kasih tau kenapa ibu menulis tulisan ini untukmu. Tak banyak, ibu hanya ingin menceritakan segala kebaikan-kebaikan yang ibu terima ke kamu, karena ibu suka lupa jadi lebih baik ibu tulis hehe. Pun juga tentang hikmah-hikmah yang Allah berikan kepada ibu di masa-masa seperti ini. Selain untukmu sebenarnya tulisan ini adalah pengingat untuk diri ibu sendiri. Pengingat saat ibu sedang malas belajar dan lalai dalam mempersiapkan apapun. Doakan ibu, ya.

InsyaAllah beberapa tulisan akan ibu publish supaya jadi reminder juga buat teman-teman ibu, siapa tau ada kebaikan yang bisa mereka ambil untuk diceritakan juga ke anak-anak mereka. Beberapa lainnya akan ibu simpan secara privat, dan hanya keluarga kita yang tahu, termasuk ayahmu sudah pasti hehe.

Jadi begitu alasan kenapa ibu mulai menulis untukmu. Yaudah segini dulu ya ceritanya. Semoga Allah ridho:)

Ibu sayang kamu, bahkan jauh sebelum kamu ada.

-Ibu, yang masih malu-malu

#Ceritacintaibu

Sabtu, 04 April 2020

April 04, 2020

Awan dan Matahari : Sebuah Lintasan



Oleh Novia Anggraini

Mari ku ceritakan sedikit tentang mereka. Tentang dua penghuni langit yang mencerahkan semesta.

Dahulu hanya Matahari yang tahu tentang Awan, Awan tidak tau sama sekali tentang Matahari. 
Dari kejauhan, Matahari sering memperhatikan Awan diam-diam. 
Hingga pada suatu waktu, semesta membuat Awan tahu bahwa  keduanya pernah berada dalam satu lingkaran besar pertemanan. 
Semenjak saat itu, Awan sering menyapa Matahari, begitupun sebaliknya.
Lalu keduanya mendadak akrab karena ternyata mereka sedang menempuh suatu perjalanan yang lintasannya sama. 

Di sepanjang perjalanan, mereka bersepakat untuk saling beriringan.
Kapanpun Awan merasa lelah, Matahari selalu berusaha menyemangati dengan berbagai cara. Begitupun Awan kepada Matahari. Satu hal yang aku garis bawahi, saat itu mereka memang senang  mengusahakan apa-apa yang membuat mereka bahagia. 

Waktu terus berlalu,
Dan mereka terus melewati lintasan perjalanan dengan ritme yang hampir sama, tak ada mendung disana, apalagi hujan.

Semesta tahu tentang perasaan Matahari pada Awan, semua terlihat jelas dari caranya menyapa awan setiap pagi, dari pancaran sinar yang berusaha menyemangati Awan sepanjang hari, juga dari matanya yang tak pernah lengah memandangi Awan meski seringkali tertutup oleh kabut-kabut yang Awan ciptakan sendiri.

Ah Matahari, gadis lugu yang tidak pandai berbohong, tidak pandai berpura-pura, tidak pandai menyembunyikan perasaannya, bahkan menyembunyikan rona merah diwajahnya saja ia tak pernah bisa. Perasaannya kepada Awan benar-benar layaknya matahari, persis seperti namanya, terang benderang. 

Matahari sering bertanya seorang diri, "Apakah Awan mempunyai perasaan yang sama?"

Entahlah. 
Aku belum mau menyelesaikan cerita ini. Biarkan Matahari tetap pada perasaaanya.

Dan Awan tetap pada lintasannya

Kamis, 02 April 2020

April 02, 2020

Produktif dan berkarya dari rumah Versi Mas Gun


Bismillah....

Dua pekan #dirumahaja membuat hidup kita seakan berubah. Perubahan yang tidak pernah kita rencanakan sebelumnya. Namun, mau tidak mau harus kita terima, karena direncanakan atau tidak, perubahan itu tetap terjadi, bukan? Ia memaksa kita untuk beradaptasi, melampaui batas-batas diri yang mungkin belum pernah kita lewati.

Sulit? Sudah pasti. 

Makin hari rindu akan aktivitas normal pun makin tak bisa dihindari. 

Tapi jika kita terus menerus menggerutu seperti ini, rasanya sayang sekali melewati hari-hari yang tak lagi di isi dengan hal baik. Melalui ini mungkin Allah ingin kita bisa belajar untuk lebih bersabar lagi, untuk bersyukur lebih banyak lagi, dan tumbuh dengan lebih baik lagi.

Beruntung nya disaat-saat seperti ini banyak komunitas yang berlomba membuat kelas produktif, salah satunya kelas yang dibuat @cukupdarirumah. Kelas kali ini mengangkat tema produktif dan berkarya dari rumah dengan pemateri yang MasyaAllah tak di ragukan lagi jam terbangnya ; Kurniawan Gunadi atau biasa disapa Mas Gun.

Dikelas itu Mas Gunun menyampaikan bahwa kita bisa kok untuk tetap produktif dan berkarya dari rumah, karena Mas Gun pun sudah membuktikannya sendiri dari tahun 2014. 

Yang pertama kali harus kita lakukan agar tetap produktif adalah :

1. Adaptasi ritme
Beradaptasi pada segala rutinitas yang saat ini kita lakukan dari rumah. Pelan-pelan saja nikmati segala perubahan demi perubahan, lama-lama kita juga akan terbiasa dengan sendirinya. Tapi tetap di awal kita harus menerima dan berusaha menyesuaikan segala sesuatunya.

2. Self Discipline
Tanyakan pada diri kita, sudahkah memiliki self Discipline yang baik? Jika belum coba paksa diri kita untuk bisa memiliki self Discipline di fase sekarang ini. Karena ini penting, kebaikan tak akan bisa kita bentuk jika tidak kita biasakan.

3. Development Plan 
Hal yang tak kalah penting, tanpa sadar terkadang kita sangat pelit untuk men-develoment diri kita sendiri, entah dengan beli buku atau ikut kelas berbayar. Dan enggan melakukan assigment terhadap diri sendiri. Sesekali coba sempatkan membaca jurnal untuk membuat kita lebih open mind dalam menyikapi segala sesuatu, dan sesekali sempatkan bersilaturahmi karena dengan itu kita bisa memperluas jaringan networking, banyak kebaikan dari luasnya jaringan yang kita miliki.

Jadi, kita bisa tetap produktif dan berkarya meski dari rumah, kuncinya ada di kita, mau atau enggak. Karena tidak ada tips lain selain keinginan yang kuat.

Setelah itu evaluasi diri dari hari ke hari, sudah lebih baik kah dari yang kemarin?


--
Semoga bermanfaat^^
Tetap #dirumahaja yaaa
Jangan lupa cuci tangan sebelum makan:)

Minggu, 05 Januari 2020

Januari 05, 2020

Mengusahakan

"Laut itu pada dasarnya tenang, hanya saja tiupan angin yang membuatnya memiliki ombak." Ujar satu suara menghampiri Salwa.⁣

Salwa menoleh sebentar, lalu melemparkan kembali pandangannya pada lautan. Ia tau arah analogi itu akan kemana, tapi ia memilih untuk tidak berkomentar. Masih ada perasaan yang belum bisa ia utarakan. ⁣

"Masuk gih, sebentar lagi hujan." Pemilik suara itu menepuk punggung Salwa.⁣

"Nanti ah Put, masih mau liat ikan-ikan." ⁣

"Emang keliatan?" Tanya Putri menyelidik. ⁣

"Enggak sih hahahaha." Salwa terbahak, Putri hanya menggeleng melihat tingkah laku sahabat dekatnya. ⁣

"Eh Put, btw apa yang akan kamu lakukan jika ada didalam sebuah kapal, tetapi di tengah pelayaran kapal itu seperti kehilangan harapan untuk bertahan?"⁣

"Mengusahakan agar segera sampai." Jawab Putri singkat. ⁣

"Jika kapal itu sudah berusaha semaksimal mungkin, namun tetap tak ada tanda-tanda akan sampai?"⁣

"Berdoa." Putri terdiam sebentar, lalu kembali berkata, "Karena jika usaha kita terbatas, bukankah doa-doa kita tanpa batas?" ⁣

Hening. ⁣

Tapi tidak dengan hati Salwa.

#berlabuh

Kamis, 14 November 2019

November 14, 2019

Runtuh karena kebaikan


Suatu sore yang indah, saat senja sedang rona-ronanya. Adik kecilku bertanya, "Mas, kamu kan laki-laki. Menurutmu apakah salah jika dinding pertahanan seorang perempuan runtuh karena kebaikan seorang lelaki selama ini?"

Aku menoleh. Tak lama, hanya sebentar lalu fokus dengan kuas dan kanvasku lagi. 

"Mas? Kamu ga denger ya?" Gadis itu memastikan. 

"Denger kok." 

"Terus jawabannya?" 

"Kamu ga usah GR!" Jawabku singkat. 

Seketika raut wajahnya berubah, seperti seorang anak kecil yg sedang memegang balon kesayangan, lalu balon itu pecah tepat di genggamannya. 

Hening.

"Kamu yakin dia baik karena tertarik?" 

Gadis itu menggeleng lemah. 

"Sini dengerin Mas." Aku mendekatinya, duduk tepat disampingnya. 

"Adikku sayang, menurut Mas kebaikan yang paling sejati dari seorang lelaki kepada perempuan hanya satu, yaitu melamarnya. Karena katanya, kalau ada lelaki yang bilang mencintai dan memperjuangkanmu tapi nggak melamar dan menikahimu, maka sejatinya dia belum mencintai dan memperjuangkanmu, sebaik apapun lelaki itu kepadamu. Jadi, ketika kamu menemukan lelaki yang begitu baik, bisa jadi kebaikan-kebaikan itu tak lebih dari sekedar kebaikan yang memang dia lakukan ke semua orang."

"Hm gitu ya, Mas." Gadis itu menunduk dalam. 

"Boleh berharap. Boleh mendo'akan dan (sok-sokan) ngatur-ngatur Allah supaya lelaki itu menjadi jodohmu. Asal satu hal; kamu harus  siap jika suatu waktu kecewa. Kamu tau sendiri kan setiap sesuatu yang kita lakukan memiliki risiko? Kamu siap?"

Gelengannya semakin lemah. 

"Hal yang sudah jelas dan pasti saja kadang berakhir menyakitkan. Apalagi yang tidak jelas dasarnya." Aku kembali meneruskan lukisan senjaku yang hampir selesai.

"Lalu, bagaimana jika sisi dinding itu sudah sedikit runtuh, Mas?"

"Perbaiki agar ia semakin kuat, setelah itu jangan terlalu cepat berasumsi terhadap apa-apa yang belum pasti. Sibukkan diri untuk terus berkontribusi dalam kebaikan. Semoga Allah selalu menjaga kita dari tipu daya-tipu daya syaitan ketika kita sedang jatuh cinta kepada selain Allah, Rosul dan Al-Qur'an." 

"Aamiin, terima kasih untuk selalu mengingatkan, Mas!"

"Dengan senang hati adikku sayang, yuk pulang, udah mau adzan."

Gadis itu tersenyum, mengiyakan.

Sabtu, 29 Juni 2019

Juni 29, 2019

Sefruit Jurus sehat Rasulullah by Ust Zaidul Akbar

Annabawi, sabtu 25 Syawal 1440 H

Karena tubuh kita butuh nutrisi

By Ust. Zaidul Akbar


Jujur sama diri sendiri, selama ini kita makan, tapi ga ngerti apa yang kita makan kan?  Padahal Allah menyuruh kita memerhatikan makanan seperti dalam Qs.Abasa:24-32.

Mari belajar mengurangi makanan yang sifatnya mendzolimi diri sendiri,  seperti makananan yang menggunakan pengawet, MSG, gorengan dll.)

Karena tanpa kita sadar nyampah itu membuat metabolisme tubuh kita lama kelamaan berkurang cara kerjanya. Bahkan sampai penyebab wanita sulit hamil itu karena tubuhnya sudah terlalu banyak sampah.

Berhentilah makan makanan yg miskin nutrisi, kasian tubuh. Nanti kalo dia kekurangan nutrisi, tubuh akan minta istirahat(sakit).

Oh iya kalian tau gak kalo mood itu ada di usus, kalo mau punya mood yg baik kuncinya ya kasih usus nutrisi yang baik.

Ayo mulailah lebih sering lapar, daripada kenyang (Sering puasa) karena obat perut yang bermasalah adalah puasa.

Nah jika ada yg punya penyakit tidak hilang2, lamain puasanyaa.
Buat perbandingan selama kita ngedzolimin tubuh (makan sembarangan) sama waktu manjain tubuh (Puasa) harus seimbang.

Sekarang kalo makan jangan lagi punya tujuan untuk kenyang ya,  tapi tanamkan dalam diri kita, bahwa tujuan kita makan adalah untuk memberi nutrisi ke tubuh agar mampu memaksimalkan ibadah. Cukup makan dengan porsi yang sewajarnya tidak usah berlebihan.

Satu lagi kalo makan usahakan dengan tangan, selesai makan tangan bersihkan dengan diemut karena bakteri ditangan itu bagus banget, dan bukankah Rasulullah mencontohkan demikian? Siapa tau Allah turunkan kebekeberkahanNYA pada makanan yang tersisa ditangan.

Mari mulai memperbaiki isi piring dan gelas kita dengan mengikuti pola makan yang Allah dan RasulNya ajarkan pada AlQur'an dan sunnah.

🌿Resep yang bikin tubuh bahagia :
1. Terbiasa lapar dan ber-olahraga saat puasa.

2. Memperbanyak asupan prebiotik & probiotik ;
-Sumber probiotik terbaik : tempe, tahu (non GMO)
-Sumber prebiotik terbaik : kurma.
-Resep kombinasi sempurna caranya : blender kurma, tempe dan air (bisa tambah sedikit madu) baik diminum saat perut kosong. Hasilnya? Perut akan terasa lebih enak, menyembuhkan magh, tubuh terasupi prebiotik & probiotik dengan baik.

3. Konsumsi jenis kacang²an terbaik ;
Wallnut, almond, hazelnut (sumber protein, asam amino dan lemak baik)
note:
-Jangan lagu bilang Almond itu mahal, minta sama Allah, "YaAllah murahkanlah Almond untukku." Nanti kalo udah Allah murahin jangan lupa sedekah.

4. Minum susu almond (Tata cara lengkap ada di ig Ust. @ZaidulAkbar)

5. Minum infuse water setiap pagi, untuk pemula coba deh rutinin rules #Detoxjsr :
-Day 1 : rempah+kurma,
-Day 2 buah+kurma,
-Day 3 sayur+kurma,
-Day 4 kembali ke rules day 1 dan begitu seterusnya.
Note :
-Bahan2 cukup 1/3 botol
-Rendam dengan air suhu ruangan min 6jam,  max 12jam.
-Minum air putih 2/3liter perhari
-Manfaatnya? Mendetox sisa penyedap sintetik, pengawet, mi instan, gluten goreng, seblak cilok dan kawan2.

6. Dan masih banyak lagi resep JSR di IG Ust @ZaidulAkbar:)

"Saat kita mampu memilih makanan yg baik, itu artinya kita sedang bersedekah dan berbuat baik kepada diri kita sendiri, terlebih kita tidak terus-terusan mendzolimi tubuh yang Allah beri." -Ust. Zaidul Akbar

Semangat belajar, selamat menerapkan Jurus sehat yang Rasulullah contohkan:)

Semoga rangkuman yang kurang rapih ini bermanfaat^.^
Novia Anggraini Ej

Jumat, 05 April 2019

April 05, 2019

Senja dan dua orang sahabat


    Sudah hampir lima belas menit kedua sahabat itu terdiam memandangi senja yang sedang rona-ronanya ditepi danau. Jingga yang mengkilat keemasan berhasil menciptakan hening diantara mereka.

    "Salwa." Salah satu dari mereka akhirnya bersuara .

    "Iya Put?"

    "Menurutmu apakah salah jika kita mengira bahwa lelaki yang berbuat baik itu artinya dia menyukai kita?" Tanya Putri yang sejak tadi terlihat ragu untuk bertanya.

    Salwa tersenyum dan berkata, "Put, terkadang memang ada mata yang menatap, namun ternyata hatinya tak menetap. Ada senyum yang menenangkan, namun ternyata bukan hanya untuk kita seorang. Dan selalu ada yang kita pikir untuk kita, padahal nyatanya bukan."

    "Makudnya Sal?" tanya Putri penasaran.

    “Menurutku pada dasarnya tak ada manusia yang betul-betul pandai dalam menakar rasa. Jangankan apa yang ada dalam perasaan orang lain, mengukur perasaan sendiri saja sering kali salah.” Salwa sedikit mengubah posisi duduknya ke arah sahabatnya, "Jadi, berhati-hatilah saat menerka-nerka, Put. Bukankah menakar rasa bukan bagian kita?" Lanjut Salwa.

    Putri Mengangguk sembari menutup wajahnya dengan kedua tangan, "Astagfirullah, ingetin aku terus ya Sal."

    "InsyaAllah, eh kok tiba2 tanya gini? kamu lagi suka sama orang ya? Ciyeee:p"

    "Apasih! Yuk ah jalan lagi. Udah mau magrib nih." Sela Putri sembari berjalan meninggalkan Salwa yang masih terkekeh seorang diri.


Jumat, 21 Desember 2018

Desember 21, 2018

Menepi


Dalam sebuah perjalanan yang tujuannya tak mudah digapai, terkadang kita butuh menepi sebentar untuk kembali mengumpulkan energi yang terbuang.

Entah dengan cara memandangi langit malam atau mendengarkan bisik-bisik merdu angin yang menggoyang rumput ilalang.

Agar kita sadar sudah berapa kali rasa syukur yang tak sengaja kita lewatkan, hal-hal sederhana yang sering kita abaikan, atau bahkan orang-orang baik yang kerap kali kita lupakan,

Mungkin bukan lupa, hanya saja kita tak pernah begitu memperhatikan semua kebaikan dengan seksama.

--
Jogja, kala itu menepi sebentar karena lupa jalan (Read nyasar). hehe

About

authorBukan siapa-siapa, hanya fakir ilmu yang dipertemukan denganmu melalui tulisan disini ✌.
Learn More →



"Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain."(HR.Thabrani dan Daruquthni),