Sabtu, 14 September 2019

September 14, 2019

Runtuh karena kebaikan


Suatu sore yang indah, saat senja sedang rona-ronanya. Adik kecilku bertanya, "Mas, kamu kan laki-laki. Menurutmu apakah salah jika dinding pertahanan seorang perempuan runtuh karena kebaikan seorang lelaki selama ini?"

Aku menoleh. Tak lama, hanya sebentar lalu fokus dengan kuas dan kanvasku lagi. 

"Mas? Kamu ga denger ya?" Gadis itu memastikan. 

"Denger kok." 

"Terus jawabannya?" 

"Kamu ga usah GR!" Jawabku singkat. 

Seketika raut wajahnya berubah, seperti seorang anak kecil yg sedang memegang balon kesayangan, lalu balon itu pecah tepat di genggamannya. 

Hening.

"Kamu yakin dia baik karena tertarik?" 

Gadis itu menggeleng lemah. 

"Sini dengerin Mas." Aku mendekatinya, duduk tepat disampingnya. 

"Adikku sayang, menurut Mas kebaikan yang paling sejati dari seorang lelaki kepada perempuan hanya satu, yaitu melamarnya. Karena katanya, kalau ada lelaki yang bilang mencintai dan memperjuangkanmu tapi nggak melamar dan menikahimu, maka sejatinya dia belum mencintai dan memperjuangkanmu, sebaik apapun lelaki itu kepadamu. Jadi, ketika kamu menemukan lelaki yang begitu baik, bisa jadi kebaikan-kebaikan itu tak lebih dari sekedar kebaikan yang memang dia lakukan ke semua orang."

"Hm gitu ya, Mas." Gadis itu menunduk dalam. 

"Boleh berharap. Boleh mendo'akan dan (sok-sokan) ngatur-ngatur Allah supaya lelaki itu menjadi jodohmu. Asal satu hal; kamu harus  siap jika suatu waktu kecewa. Kamu tau sendiri kan setiap sesuatu yang kita lakukan memiliki risiko? Kamu siap?"

Gelengannya semakin lemah. 

"Hal yang sudah jelas dan pasti saja kadang berakhir menyakitkan. Apalagi yang tidak jelas dasarnya." Aku kembali meneruskan lukisan senjaku yang hampir selesai.

"Lalu, bagaimana jika sisi dinding itu sudah sedikit runtuh, Mas?"

"Perbaiki agar ia semakin kuat, setelah itu jangan terlalu cepat berasumsi terhadap apa-apa yang belum pasti. Sibukkan diri untuk terus berkontribusi dalam kebaikan. Semoga Allah selalu menjaga kita dari tipu daya-tipu daya syaitan ketika kita sedang jatuh cinta kepada selain Allah, Rosul dan Al-Qur'an." 

"Aamiin, terima kasih untuk selalu mengingatkan, Mas!"

"Dengan senang hati adikku sayang, yuk pulang, udah mau adzan."

Gadis itu tersenyum, mengiyakan.

Sabtu, 29 Juni 2019

Juni 29, 2019

Sefruit Jurus sehat Rasulullah by Ust Zaidul Akbar

Annabawi, sabtu 25 Syawal 1440 H

Karena tubuh kita butuh nutrisi

By Ust. Zaidul Akbar


Jujur sama diri sendiri, selama ini kita makan, tapi ga ngerti apa yang kita makan kan?  Padahal Allah menyuruh kita memerhatikan makanan seperti dalam Qs.Abasa:24-32.

Mari belajar mengurangi makanan yang sifatnya mendzolimi diri sendiri,  seperti makananan yang menggunakan pengawet, MSG, gorengan dll.)

Karena tanpa kita sadar nyampah itu membuat metabolisme tubuh kita lama kelamaan berkurang cara kerjanya. Bahkan sampai penyebab wanita sulit hamil itu karena tubuhnya sudah terlalu banyak sampah.

Berhentilah makan makanan yg miskin nutrisi, kasian tubuh. Nanti kalo dia kekurangan nutrisi, tubuh akan minta istirahat(sakit).

Oh iya kalian tau gak kalo mood itu ada di usus, kalo mau punya mood yg baik kuncinya ya kasih usus nutrisi yang baik.

Ayo mulailah lebih sering lapar, daripada kenyang (Sering puasa) karena obat perut yang bermasalah adalah puasa.

Nah jika ada yg punya penyakit tidak hilang2, lamain puasanyaa.
Buat perbandingan selama kita ngedzolimin tubuh (makan sembarangan) sama waktu manjain tubuh (Puasa) harus seimbang.

Sekarang kalo makan jangan lagi punya tujuan untuk kenyang ya,  tapi tanamkan dalam diri kita, bahwa tujuan kita makan adalah untuk memberi nutrisi ke tubuh agar mampu memaksimalkan ibadah. Cukup makan dengan porsi yang sewajarnya tidak usah berlebihan.

Satu lagi kalo makan usahakan dengan tangan, selesai makan tangan bersihkan dengan diemut karena bakteri ditangan itu bagus banget, dan bukankah Rasulullah mencontohkan demikian? Siapa tau Allah turunkan kebekeberkahanNYA pada makanan yang tersisa ditangan.

Mari mulai memperbaiki isi piring dan gelas kita dengan mengikuti pola makan yang Allah dan RasulNya ajarkan pada AlQur'an dan sunnah.

🌿Resep yang bikin tubuh bahagia :
1. Terbiasa lapar dan ber-olahraga saat puasa.

2. Memperbanyak asupan prebiotik & probiotik ;
-Sumber probiotik terbaik : tempe, tahu (non GMO)
-Sumber prebiotik terbaik : kurma.
-Resep kombinasi sempurna caranya : blender kurma, tempe dan air (bisa tambah sedikit madu) baik diminum saat perut kosong. Hasilnya? Perut akan terasa lebih enak, menyembuhkan magh, tubuh terasupi prebiotik & probiotik dengan baik.

3. Konsumsi jenis kacang²an terbaik ;
Wallnut, almond, hazelnut (sumber protein, asam amino dan lemak baik)
note:
-Jangan lagu bilang Almond itu mahal, minta sama Allah, "YaAllah murahkanlah Almond untukku." Nanti kalo udah Allah murahin jangan lupa sedekah.

4. Minum susu almond (Tata cara lengkap ada di ig Ust. @ZaidulAkbar)

5. Minum infuse water setiap pagi, untuk pemula coba deh rutinin rules #Detoxjsr :
-Day 1 : rempah+kurma,
-Day 2 buah+kurma,
-Day 3 sayur+kurma,
-Day 4 kembali ke rules day 1 dan begitu seterusnya.
Note :
-Bahan2 cukup 1/3 botol
-Rendam dengan air suhu ruangan min 6jam,  max 12jam.
-Minum air putih 2/3liter perhari
-Manfaatnya? Mendetox sisa penyedap sintetik, pengawet, mi instan, gluten goreng, seblak cilok dan kawan2.

6. Dan masih banyak lagi resep JSR di IG Ust @ZaidulAkbar:)

"Saat kita mampu memilih makanan yg baik, itu artinya kita sedang bersedekah dan berbuat baik kepada diri kita sendiri, terlebih kita tidak terus-terusan mendzolimi tubuh yang Allah beri." -Ust. Zaidul Akbar

Semangat belajar, selamat menerapkan Jurus sehat yang Rasulullah contohkan:)

Semoga rangkuman yang kurang rapih ini bermanfaat^.^
Novia Anggraini Ej

Jumat, 05 April 2019

April 05, 2019

Senja dan dua orang sahabat


    Sudah hampir lima belas menit kedua sahabat itu terdiam memandangi senja yang sedang rona-ronanya ditepi danau. Jingga yang mengkilat keemasan berhasil menciptakan hening diantara mereka.

    "Salwa." Salah satu dari mereka akhirnya bersuara .

    "Iya Put?"

    "Menurutmu apakah salah jika kita mengira bahwa lelaki yang berbuat baik itu artinya dia menyukai kita?" Tanya Putri yang sejak tadi terlihat ragu untuk bertanya.

    Salwa tersenyum dan berkata, "Put, terkadang memang ada mata yang menatap, namun ternyata hatinya tak menetap. Ada senyum yang menenangkan, namun ternyata bukan hanya untuk kita seorang. Dan selalu ada yang kita pikir untuk kita, padahal nyatanya bukan."

    "Makudnya Sal?" tanya Putri penasaran.

    “Menurutku pada dasarnya tak ada manusia yang betul-betul pandai dalam menakar rasa. Jangankan apa yang ada dalam perasaan orang lain, mengukur perasaan sendiri saja sering kali salah.” Salwa sedikit mengubah posisi duduknya ke arah sahabatnya, "Jadi, berhati-hatilah saat menerka-nerka, Put. Bukankah menakar rasa bukan bagian kita?" Lanjut Salwa.

    Putri Mengangguk sembari menutup wajahnya dengan kedua tangan, "Astagfirullah, ingetin aku terus ya Sal."

    "InsyaAllah, eh kok tiba2 tanya gini? kamu lagi suka sama orang ya? Ciyeee:p"

    "Apasih! Yuk ah jalan lagi. Udah mau magrib nih." Sela Putri sembari berjalan meninggalkan Salwa yang masih terkekeh seorang diri.


Jumat, 21 Desember 2018

Desember 21, 2018

Menepi


Dalam sebuah perjalanan yang tujuannya tak mudah digapai, terkadang kita butuh menepi sebentar untuk kembali mengumpulkan energi yang terbuang.

Entah dengan cara memandangi langit malam atau mendengarkan bisik-bisik merdu angin yang menggoyang rumput ilalang.

Agar kita sadar sudah berapa kali rasa syukur yang tak sengaja kita lewatkan, hal-hal sederhana yang sering kita abaikan, atau bahkan orang-orang baik yang kerap kali kita lupakan,

Mungkin bukan lupa, hanya saja kita tak pernah begitu memperhatikan semua kebaikan dengan seksama.

--
Jogja, kala itu menepi sebentar karena lupa jalan (Read nyasar). hehe

Kamis, 15 November 2018

November 15, 2018

Senyaman itukah kau diam dan hanya menjadi penonton saja ?

Detik waktu terus berputar,
tanpa terasa kamu telah melewati puluhan bahkan ratusan jam yang ada.
tapi apa yang telah kamu lakukan ?
Hanya diam disana, duduk dan menjadi penonton saja ?
Tak inginkah kau berdiri seperti mereka yang berhasil membuatmu terkagum-kagum dan bertepuk tangan?

Hei! ku mohon, belajarlah untuk tidak menjadi penonton saja!
Aku bosan melihatmu seperti itu. Hanya menghabiskan waktu tanpa sesuatu yang baru. Kamu kira, Allah menciptakanmu untuk menjadi orang yang sepayah ini ?

Kamu diciptakan oleh Allah dengan bentuk yang paling sempurna dibandingkan makhluk lainnya. Tapi apa ? waktumu hanya habis untuk menjadi orang yang sok banyak acara. pagi sampai sore kerja, malam kuliah. Liburan panjang sedikit pergi main keluar kota. Ada waktu luang duduk manis didepan gadget scroll sosmed instagram, line, wa dan masih banyak lagi, mau ku sebut semua ? bahkan waktu membaca Alquran pun hanya kau selipkan saat diperjalanan menuju kekantor saja. Apa itu tidak disebut payah ?

Banyak sekali kegiatanmu! Sibuk. Kata kebanyakan orang tentang aktifitasmu. Tapi sebenarnya jika kutanya "Apa yang sudah kamu kontribusikan untuk agama, untukk lingkungan dan untuk bangsa ? Kamu hanya bisa diamkan? PAYAH!

Saat kamu merasa waktumu sangat sibuk dan kamu kelelahan, akhirnya kamu bermalas-malasan dengan berdalih kamu lelah. Padahal di negeri sebrang sana ada seorang mahasiswa yang sedang mati-matian meneliti ilmu pengetahuan terbaru. Di palestina sana ada para pejuang penghafal Alquran yang mati-matian membela tanah airnya, dan di pulau sebelah sana ada seorang yang berhasil meraih beasiswa di kampus turki ternama, bukankah itu kampus impianmu ? Mereka luar biasa. Lah kamu apa ? sekali lagi aku tanya, kamu sudah ngapain aja ?

Kamu yakin tidak apa-apa hidup hanya sekedar menjadi penonton saja ? Kamu yakin Allah suka sama kamu yang gitu-gitu aja ? tidakkah kamu sadar, kesempatan untuk tidak menjadi penonton saja itu masih ada ?

Kamu terlalu penakut! kamu selalu beranggapan tidak yakin bisa, padahal masih ada kemungkinan-kemungkinan bahwa kamu bisa melakukannya. Tapi kenapa sering kali kamu enggan mencoba ?

Banyak mimpi yang menunggu untuk kamu raih. Orang kelaparan disana menantimu untuk menyejahterahkan mereka. Para pejuang palestina mengharap bantuan nyatamu disana. Anak-anak kecil menunggu perantara ilmu yang bermanfaat darimu dan indonesia sudah tak sabar untuk maju dengan kontribusimu!

Lantas sampai kapan kamu ingin menjadi seperti ini saja ?
Sudah bukan waktunya lagi kamu hanya sekedar menjadi penonton dan bertepuk tangan saja, ini saatnya kamu berubah menjadi seseorang yang juga mencicipi ombak diluar sana!

bagaimana via ? kamu mau kan ?

"Bismillah, InsyaAllah akan kusiapkan semua perahuku untuk mengarungi derasnya lautan ilmu dan berlayar untuk sampai dipulau impian" Gumamku dalam hati.

Hehe asik ya nampar diri sendiri. Barakallah, Vi! Selamat bulan November, semoga Novembermu penuh dengan agenda kebaikan dan perbaikan.

Tangerang, 15 November 2017

Lokasi : Pantai Pramuka Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Jumat, 06 Juli 2018

Juli 06, 2018

Kisah Nenek Pembersih Masjid


Alkisah, ada seorang nenek yang setiap hari rutin membersihkan masjid. Ia selalu bersemangat walau dengan tenaga yang seadanya. Tak ada sedikitpun guratan lelah di wajahnya.
Seiring berjalannya waktu, kegiatan sang nenek diam-diam diperhatikan oleh anak-anak remaja masjid. Mereka merasa iba pada sang nenek karena harus membersihkan masjid seorang diri. Akhirnya anak-anak remaja masjid itu pun membantu membersihkan masjid diam-diam tanpa sepengetahuan sang nenek.
Sampai pada suatu hari, sang nenek sangat terkejut karena beberapa hari ini masjid sudah bersih, padahal ia sama sekali belum membersihkannya. Ia tak tahu siapa yang  telah membuat masjid  itu sudah sangat bersih. Karena penasaran, sang nenekpun berusaha mencari tahu dengan cara sembunyi-sembunyi. 
Tak lama kemudian datanglah anak-anak remaja masjid itu, mereka langsung membersihkan seluruh sudut masjid. Melihat kegiatan anak-anak remaja masjid sang nenek pun langsung menghampiri dengan wajah sedih,  
 “Wahai anak muda, kenapa kalian tega melakukan ini semua kepadaku?”
“Maksudnya Nek? Kami hanya ingin membantu Nenek.” jawab salah satu anak remaja masjid itu dengan raut wajah heran.
“Anak muda, ketahuilah apa yang kalian lakukan telah membuatku sangat sedih beberapa hari ini.” Nenek itu menunduk dengan mata yang sudah berembun.
“Tapi nek, apa salah kami hingga membuatmu sangat sedih seperti ini?” tanya anak muda itu masih dengan raut wajah heran.
“Anakku, aku hanya wanita tua, renta, miskin dan tak berdaya. Hanya sisa tenaga inilah yang bisa aku sumbangkan untuk agama Allah. Ku mohon biarkan aku ikut berkontribusi untuk agama Allah walau hanya dengan membersihkan masjid ini, terima kasih atas kepedulian kalian terhadapku, tapi jangan kasihani aku wahai anak muda, aku sudah tak punya apa-apa, hanya ini yang bisa aku lakukan.” Jelas sang nenek dengan terbata dan mata berkaca-kaca.
Ces!
Semua anak remaja masjid terdiam.
"Percayalah tidak ada kata lelah sama sekali saat kita benar-benar hanya mengharap ridho Allah." lanjut sang nenek.
"Maafkan kami nek jika telah membuatmu sedih, jujur kami hanya ingin membantumu."
"Terima kasih, aku mengerti kebaikan hati kalian. Teruslah berusaha lakukan yang terbaik untuk agama Allah, selagi kalian masih muda, kalian masih punya harta, dan kalian masih memiliki banyak tenaga, tidak seperti aku." Ujar sang nenek tersenyum kecil di hadapan mereka.

____
“Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengkumpulkan kamu semuanya.Sungguh, Allah Maha Kuasa Atas Segala Sesuatu.”
(Q.S. Al-Baqarah, 2: 148)


__
Note : Sumber cerita dari materi tausyiah Ustadzah Oki Setiana Dewi.
Semoga ada kebaikan yang bisa kita ambil. Aamiin

Minggu, 24 Juni 2018

Juni 24, 2018

Pengendali Hati

Pict By Tumblr
Saat jatuh cinta, orang yang pendiam akan tiba-tiba bicara panjang lebar, bercerita.

Sementara, orang yang cerewet akan tiba-tiba diam bergeming, mematung.

Fitrah, jika setiap perempuan mampu menaklukkan laki-laki. Hanya saja pembedanya perempuan pengendali hati tahu betul bahwa menjaga iman saudaranya lebih utama. Mereka menahan diri, menyembunyikan pesona. Menyimpannya untuk satu orang saja, yaitu seseorang istimewa yang akan berdiri satu shaf di depannya.

Begitu pun dengan setiap lelaki. Laki-laki pengendali hati tahu benar bahwa menjaga iman saudarinya lebih utama. Mereka pun menyimpan pesona spesialnya hanya untuk seseorang yang kelak kakinya akan menjadi surga bagi anak-anaknya.

Sebagai kapten hati sendiri, soal ini bukan lagi bicara tentang kesempatan menghargai perasaan. Justru dengan membatasi dan mengendalikan, perasaan itu semakin termuliakan.

Jangan jatuh cinta selain kepada dia yang namanya memang tertulis untukmu. Dia yang memang disiapkan untukmu. Dia yang memang akan menemukanmu, dan akan kau temukan  di satu waktu. Maka selama menunggu, sibuklah memperbaiki diri. Goreskan sebanyak-banyaknya prestasi. Puaskan setiap hobi. Nikmati masa sendiri. Selesaikan urusan pribadi. Jika saatnya memang sudah tiba, kau akan bertemu seseorang yang tepat. Seseorang yang terdeteksi kuat dalam radarmu. Naluri belulang yang mengenali sang rusuk, pun sebaliknya.

Bersiaplah dan bersikap! Karena kau bukan mencari  seorang pembersih rumah maupun koki handal. Juga bukan membutuhkan seorang pembenar atap bocor maupun jasa antar ke mana saja. 

Saat kau siap mengucap perjanjian yang menggetarkan arasy dan didengar segenap penduduk langit, kau telah memilih perempuan yang akan kau tanggung dosanya selama sisa usia yang ada. Adapun sebaliknya, saat kau siap menerima, itu artinya kau telah memilih lelaki yang akan kau taati sepanjang usianya.

Setelah itu, bukan naskah kisah Cinderella atau putri dongeng manapun yang akan dijalani. Bukan kemegahan kastil istana dan suguhan ratusan piring pudding pesta beserta pelayan yang menanti. Sejatinya, kau akan hidup bersama manusia yang sewaktu-waktu akan membuatmu marah, kesal, dan jengkel. Manusia yang akan menguji semua pertahananmu, mengguncang titik terlemahmu.

Lantas untuk peristiwa peradaban itu, sudah berapa banyak buku yang kau pelajari? Sudah berapa banyak hafalan Alqur'an yang telah dipersiapkan untuk berlayar mengarungi samudera? Sudah seberapa yakin bisa memberi makan dan diberi makan orang lain? Dan Sudah berapa matang persiapan menghadapi makhluk planet asing yang akan menyabotase termometer ego?

Ah ya terkadang kita lupa memperbaiki diri, karena terlalu sibuk mengotori hati dengan cinta yang belum pasti.

Rabu, 20 Juni 2018

Juni 20, 2018

Bidadari Hidupku

Pict By Google
Mari ku ceritakan tentang sebuah cinta yang sulit dijabarkan, 
Tentang sebuah tangan yg mulai melemah demi menguatkan buah hati yang teramat ia cintai,
Tentang mulut yang selalu mendoakan segala kebaikan untuk Malaikat kecilnya tanpa henti.

Dialah bidadari hidupku,
Seseorang yang kala itu mengatakan seluruh rasa sakit saat melahirkan adalah rasa yang paling membahagiakan.
Seseorang yang  merelakan waktu istirahatnya berkurang demi menjaga buah hatinya sepanjang malam.
Seseorang yang berhasil mendidikku menjadi seseorang yang begitu meleleh karena cintanya.

Terkadang aku ingin meminjam hatinya.
Agar aku mengerti, bagaimana caranya mencintai dengan setulus hati. 
Agar aku bisa belajar, bagaimana menjadi perempuan yang tidak pernah merasa lelah merawat dan menjaga keluarganya.
Dan terkadang aku ingin meminjam hatinya.
Agar memiliki hati yang luasnya mampu mengalahkan luasnya samudra.


“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.”( QS. Al-Isra:23)


Barakallahu Fii Umrik Mah. 
Semoga Allah selalu menjagamu,
Semoga Allah selalu karuniakan kesehatan dan kebahagian,
Dan semoga Allah jadikan lelahmu bernilai ibadah. 💕

Dari putri yang teramat mencintaimu karenaNYA~

Minggu, 08 April 2018

April 08, 2018

Kenapa masuk RCO?

Pict by Google


Memberikan alasan adalah salah satu hal yang agak sulit untuk segelintir orang, termasuk saya. Alasan pasti ada, tapi entah mengapa jika diungkapkan, saya sendiri tak bisa menjabarkan lebih dari tiga kata, yaitu hanya dengan "InsyaAllah ini baik" selesai. 

Tambahin lagi deh, biar ga dimarahin pije. 

Kalau pertanyaannya kenapa masuk RCO, jawabannya karena insyaAllah RCO adalah kegiatan yang baik. RCO adalah singkatan dari reading challenge odop. Dari nama kegiatannya saja sudah dapat disimpulkan bahwa RCO adalah kegiatan yang insyaAllah baik, karena mengajak kita membiasakan diri untuk membaca buku setiap hari.

Saya sengaja menulis ini setelah seminggu masuk kedalam RCO, karena memang niatnya saya bukan ingin menulis tentang alasan masuk RCO, tapi tentang alasan mengapa saya harus bertahan di Istana buku ini sampai lulus.

Alasan pertama mengapa saya harus bertahan adalah karena melalui RCO saya belajar mencari/membuat kesimpulan dari halaman-halaman yang kita baca atau kalau bahasa kerennya adalah membuat quotes. Quotes tersebut wajib dituliskan di laporan harian, oleh karena itu saya jadi lebih sering membuat quotes dari buku bacaan dan menuliskannya di buku catatan. Kalau dulu biasanya saya baca buku yaa baca saja, paling hanya membawa oleh-oleh sekedarnya setelah selesai membaca, kalau sekarang bawa oleh-olehnya banyak, karena menyimpulkannya bukan hanya di akhir cerita namun di setiap halaman-halaman yang dibaca. Dan oleh-olehnya bukan hanya sekedar pelajaran dari kisahnya saja, melainkan juga dapat pelajaran dalam merangkai kata-kata menjadi satu cerita.

Alasan kedua, saya terkadang bingung dalam memilih buku bacaan, sampai-sampai saya harus membuka beberapa blog teman-teman yang menuliskan resensi buku untuk memutuskan membaca buku apa. Nah, Alhamdulillah setelah ikut RCO saya jadi memiliki beberapa list buku yang harus dibaca karena merasa terekomendasi dari quotes-quotes yang mereka tuliskan dilaporan, tak perlu bingung-bingung lagi dalam mencari rekomendasi buku bacaan. Hehe

Alasan ketiga, tak ada alasan untuk tidak bertahan di istana buku ini, karena diam-diam saya juga mau hadiah buku dari para pije. hehe pisssss

Udah deh segitu aja... Selamat membaca ya, selamat menjelajah dunia lewat aksara. Semoga Allah menitipkan ilmu-ilmu yang bermanfaat melalui buku-buku yang kita baca. :)

About

authorBukan siapa-siapa, hanya fakir ilmu yang dipertemukan denganmu melalui tulisan disini ✌.
Learn More →



Newsletter

"Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain."(HR.Thabrani dan Daruquthni),