Tampilkan postingan dengan label Pengingat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengingat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Desember 2018

Desember 21, 2018

Menepi


Dalam sebuah perjalanan yang tujuannya tak mudah digapai, terkadang kita butuh menepi sebentar untuk kembali mengumpulkan energi yang terbuang.

Entah dengan cara memandangi langit malam atau mendengarkan bisik-bisik merdu angin yang menggoyang rumput ilalang.

Agar kita sadar sudah berapa kali rasa syukur yang tak sengaja kita lewatkan, hal-hal sederhana yang sering kita abaikan, atau bahkan orang-orang baik yang kerap kali kita lupakan,

Mungkin bukan lupa, hanya saja kita tak pernah begitu memperhatikan semua kebaikan dengan seksama.

--
Jogja, kala itu menepi sebentar karena lupa jalan (Read nyasar). hehe

Kamis, 15 November 2018

November 15, 2018

Senyaman itukah kau diam dan hanya menjadi penonton saja ?

Detik waktu terus berputar,
tanpa terasa kamu telah melewati puluhan bahkan ratusan jam yang ada.
tapi apa yang telah kamu lakukan ?
Hanya diam disana, duduk dan menjadi penonton saja ?
Tak inginkah kau berdiri seperti mereka yang berhasil membuatmu terkagum-kagum dan bertepuk tangan?

Hei! ku mohon, belajarlah untuk tidak menjadi penonton saja!
Aku bosan melihatmu seperti itu. Hanya menghabiskan waktu tanpa sesuatu yang baru. Kamu kira, Allah menciptakanmu untuk menjadi orang yang sepayah ini ?

Kamu diciptakan oleh Allah dengan bentuk yang paling sempurna dibandingkan makhluk lainnya. Tapi apa ? waktumu hanya habis untuk menjadi orang yang sok banyak acara. pagi sampai sore kerja, malam kuliah. Liburan panjang sedikit pergi main keluar kota. Ada waktu luang duduk manis didepan gadget scroll sosmed instagram, line, wa dan masih banyak lagi, mau ku sebut semua ? bahkan waktu membaca Alquran pun hanya kau selipkan saat diperjalanan menuju kekantor saja. Apa itu tidak disebut payah ?

Banyak sekali kegiatanmu! Sibuk. Kata kebanyakan orang tentang aktifitasmu. Tapi sebenarnya jika kutanya "Apa yang sudah kamu kontribusikan untuk agama, untukk lingkungan dan untuk bangsa ? Kamu hanya bisa diamkan? PAYAH!

Saat kamu merasa waktumu sangat sibuk dan kamu kelelahan, akhirnya kamu bermalas-malasan dengan berdalih kamu lelah. Padahal di negeri sebrang sana ada seorang mahasiswa yang sedang mati-matian meneliti ilmu pengetahuan terbaru. Di palestina sana ada para pejuang penghafal Alquran yang mati-matian membela tanah airnya, dan di pulau sebelah sana ada seorang yang berhasil meraih beasiswa di kampus turki ternama, bukankah itu kampus impianmu ? Mereka luar biasa. Lah kamu apa ? sekali lagi aku tanya, kamu sudah ngapain aja ?

Kamu yakin tidak apa-apa hidup hanya sekedar menjadi penonton saja ? Kamu yakin Allah suka sama kamu yang gitu-gitu aja ? tidakkah kamu sadar, kesempatan untuk tidak menjadi penonton saja itu masih ada ?

Kamu terlalu penakut! kamu selalu beranggapan tidak yakin bisa, padahal masih ada kemungkinan-kemungkinan bahwa kamu bisa melakukannya. Tapi kenapa sering kali kamu enggan mencoba ?

Banyak mimpi yang menunggu untuk kamu raih. Orang kelaparan disana menantimu untuk menyejahterahkan mereka. Para pejuang palestina mengharap bantuan nyatamu disana. Anak-anak kecil menunggu perantara ilmu yang bermanfaat darimu dan indonesia sudah tak sabar untuk maju dengan kontribusimu!

Lantas sampai kapan kamu ingin menjadi seperti ini saja ?
Sudah bukan waktunya lagi kamu hanya sekedar menjadi penonton dan bertepuk tangan saja, ini saatnya kamu berubah menjadi seseorang yang juga mencicipi ombak diluar sana!

bagaimana via ? kamu mau kan ?

"Bismillah, InsyaAllah akan kusiapkan semua perahuku untuk mengarungi derasnya lautan ilmu dan berlayar untuk sampai dipulau impian" Gumamku dalam hati.

Hehe asik ya nampar diri sendiri. Barakallah, Vi! Selamat bulan November, semoga Novembermu penuh dengan agenda kebaikan dan perbaikan.

Tangerang, 15 November 2017

Lokasi : Pantai Pramuka Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Minggu, 24 Juni 2018

Juni 24, 2018

Pengendali Hati

Pict By Tumblr
Saat jatuh cinta, orang yang pendiam akan tiba-tiba bicara panjang lebar, bercerita.

Sementara, orang yang cerewet akan tiba-tiba diam bergeming, mematung.

Fitrah, jika setiap perempuan mampu menaklukkan laki-laki. Hanya saja pembedanya,  perempuan pengendali hati tahu betul bahwa menjaga iman saudaranya lebih utama. Mereka menahan diri, menyembunyikan pesona. Menyimpannya untuk satu orang saja, yaitu seseorang istimewa yang akan berdiri satu shaf di depannya.

Begitu pun dengan setiap lelaki. Laki-laki pengendali hati tahu benar bahwa menjaga iman saudarinya lebih utama. Mereka pun menyimpan pesona spesialnya hanya untuk seseorang yang kelak kakinya akan menjadi surga bagi anak-anaknya.

Sebagai kapten hati sendiri, soal ini bukan lagi bicara tentang kesempatan menghargai perasaan. Justru dengan membatasi dan mengendalikan, perasaan itu semakin termuliakan.

Jangan jatuh cinta selain kepada dia yang namanya memang tertulis untukmu. Dia yang memang disiapkan untukmu. Dia yang memang akan menemukanmu, dan akan kau temukan  di satu waktu. Maka selama menunggu, sibuklah memperbaiki diri. Goreskan sebanyak-banyaknya prestasi. Puaskan setiap hobi. Nikmati masa sendiri. Selesaikan urusan pribadi. Jika saatnya memang sudah tiba, kau akan bertemu seseorang yang tepat. Seseorang yang terdeteksi kuat dalam radarmu. Naluri belulang yang mengenali sang rusuk, pun sebaliknya.

Bersiaplah dan bersikap! Karena kau bukan mencari  seorang pembersih rumah maupun koki handal. Juga bukan membutuhkan seorang pembenar atap bocor maupun jasa antar ke mana saja. 

Saat kau siap mengucap perjanjian yang menggetarkan arasy dan didengar segenap penduduk langit, kau telah memilih perempuan yang akan kau tanggung dosanya selama sisa usia yang ada. Adapun sebaliknya, saat kau siap menerima, itu artinya kau telah memilih lelaki yang akan kau taati sepanjang usianya.

Setelah itu, bukan naskah kisah Cinderella atau putri dongeng manapun yang akan dijalani. Bukan kemegahan kastil istana dan suguhan ratusan piring pudding pesta beserta pelayan yang menanti. Sejatinya, kau akan hidup bersama manusia yang sewaktu-waktu akan membuatmu marah, kesal, dan jengkel. Manusia yang akan menguji semua pertahananmu, mengguncang titik terlemahmu.

Lantas untuk peristiwa peradaban itu, sudah berapa banyak buku yang kau pelajari? Sudah berapa banyak hafalan Alqur'an yang telah dipersiapkan untuk berlayar mengarungi samudera? Sudah seberapa yakin bisa memberi makan dan diberi makan orang lain? Dan Sudah berapa matang persiapan menghadapi makhluk planet asing yang akan menyabotase termometer ego?

Ah ya terkadang kita lupa memperbaiki diri, karena terlalu sibuk mengotori hati dengan cinta yang belum pasti.

Rabu, 07 Maret 2018

Maret 07, 2018

Ya Allah, Maafkan aku, Aku Egois 😭

Pict : @actforhumanity
Ya Allah, Aku Egois 😭
Betapa bahayanya keegoisan yang tersembunyi ini, tidak ada siapapun yang mengetahui, termasuk diri  ini sendiri.

Ya Allah, aku egois 😭
Doaku selalu
"Ya Allah.. berilah aku..."
"Ya Allah.. jadikanlah aku..."
"Ya Allah.. kirimkanlah aku.."
"Ya Allah.. buatlah aku.."

Semuanya untuk "AKU". Hanya "AKU". Selalu "AKU" Egois betul diri ini. Semua kepentingan hidupku selalu kupinta lagi, lagi dan lagi.

Ya Allah, aku egois, aku lupa bahwa ada saudara dibumi sebelah sana yang juga membutuhkan doa. Ada sekumpulan muslim yang tengah dihina kedudukannya, dibunuh keluarganya, dirampas kehormatannya, dan tak sedikit yang terluka. Jerit, tangis, pertumpahan darah telah terjadi sedemikian dahsyatnya.

Hanya siksa dan derita yang mewarnai hari-harinya. Teriakpun percuma, saudara kanan kirinya bernasib sama. Mungkin terbesit dalam benaknya rasa ingin mati saja, tapi mereka sadar itu adalah perbuatan dosa.

Ya Allah.. Ampuni keegoisan diri ini. Andai aku bertukar posisi dengan mereka, mungkin entah apa yang sudah ku adukan kepada-Mu tentang "AKU" yang tak pernah peduli terhadap manusia dalam tindas kedzaliman ini. 😭

____

“Sesungguhnya benteng kaum muslimin di hari perang besar terjadi berada di Ghouta (nama sebuah daerah di Syam), berada di samping kota yang disebut Damaskus, Ia adalah kota terbaik yang ada di Syam.” (HR. Abu Dawud, no. 4298 dan Ahmad, no. 21725)

Allahumman Shuril Muslimin fi kullii makaan wa kullii zaman:') Aamiin Allahumma Aamiin.

Sabtu, 17 Februari 2018

Februari 17, 2018

Sakura


Sakura….
Wujudnya tak sering dilihat,
Namun hadirnya selalu dirindu oleh semua insan yang terpikat,
Banyak yang menanti,
Karena pesonanya yang sangat menentramkan hati,
Tapi ia tak dapat diraih dengan sesuka hati,
Jangankan untuk diraih, sekedar melihatnya sajapun ia dilindungi.

Begitupun engkau shaliha, 

Hadirmu laksana sebaik-baik perhiasan di dunia,
Oleh karena itu, dirimu harus selalu menjaga maruah diri
Dan membantu menundukkan mata para lelaki.


Untuk urusan hati, mungkin disana sudah ada ia yang menanti 
Ia yang sedang berjuang menaklukkan cinta Sang Illahi,
Untuk dapat membawamu pada sebuah ikatan suci,


Pantaskan dirimu salihah,
Izzah dan ifahmu harus tetap tertata,
Sampai Allah izinkan hati bermuara. ^,^


Sakura...



~Tangerang, langitnya teduh tak berawan~

Selasa, 03 Oktober 2017

Oktober 03, 2017

Mawar berduri

Pict By Google
~Via, 03 Oktober 2017~
"Sebaik-baik manusia adalah yang hadirnya membawa manfaat dan kepergiaannya meninggalkan ma’rifat." 

Beberapa hari lalu saya mendapatkan sebuah audio dari sahabat saya melalui aplikasi WA. Dan ingin sekali rasanya menuliskan kembali cerita yang ada didalam audio tersebut, dengan harapan dapat membuat beribu-ribu rantai kebaikan. Aamiin Allahumma Aamiin

Kejadian cerita di dalam audio tersebut terjadi pada tahun 1998. Ketika seorang motivator diundang untuk mengisi training motivasi di salah satu SMA Bogor. Pesertanya terdiri anak-anak kelas X dan XI SMA. Acara training motivasi itu berlangsung begitu khidmat, ya layaknya training motivasi yang biasa kita ikuti.  Selalu berhasil membuat kita bersemangat dan menggebu-gebu dalam memulai langkah perubahan. Namun tak jarang ada yang main-main, sehingga tak memperoleh hidayah dari segenap rangkaian acara.

Pada akhir sesi motivasi, sang motivator memberikan secarik kertas pada masing-masing peserta. Mereka diminta menggambar sebuah gambar yang mampu mendeskripsikan apapun mengenai mereka. Semua menggambar, tapi karena sedikit yang  serius, sebagian dari mereka menerangkan gambarnya dengan bercanda, bermain-main, dan tertawa. Dari sekian banyak peserta, hanya seorang perempuan yang bernama Ummu lah yang menggambarkan gambarnya dengan penuh arti. Sang motivator terdiam sejenak, karena melihat gambar Ummu berbeda dengan peserta yang lain.

“Ummu, apa yang kamu gambar itu?” tanya motivator itu.

“Saya menggambar mawar berduri.” jawab Ummu.

“Apa maksudnya?” Tanya motivator meminta penjelasan.

“Mawar itu sempurna karena ada duri. Mawar itu sempurna justru karena ia memiliki duri. Hanya saja banyak orang berkata bahwa duri pada mawar mengurangi keindahan mawar, merusak keelokannya, dan mengganggu kesempurnaan pada mawar. Padahal duri itulah yang membuat mawar dikatakan mawar. Karena duri itulah mawar begitu terlihat sempurna.” jelas Ummu.tersenyum.

“Lalu apa hubungannya dengan kamu?” tanya motivator itu penasaran.

“Saya menggambarkan diri saya adalah perempuan seperti mawar. Dan duri itu adalah aturan Allah untuk saya sebagai seorang perempuan. Banyak orang bilang aturan Allah pada diri perempuan itu merusak keindahan perempuan, membuat perempuan susah gaul, sulit bekerja, menghalangi beraktivitas dan lain sebagainya. Padahal seperti duri pada mawar, aturan itulah yang membuat perempuan disebut perempuan. Saya mawar berduri. Saya perempuan dengan apa yang Allah mau untuk saya lakukan akan saya lakukan. Dengan apa yang Allah mau untuk saya kenakan akan saya kenakan. Dengan apa yang Allah mau untuk saya rasakan akan saya rasakan. Dan dengan apa yang Allah mau untuk saya katakan akan saya katakan. Maka saya mawar beduri, saya perempuan dengan apa yang Allah mau, akan ada pada diri saya.” kata Ummu lagi-lagi dengan seulas senyum di bibirnya.

Untaian kalimat itu seketika membuat seisi ruangan yang awalnya ribut laksana lebah yang sedang terbang, tiba-tiba hening dan terhenyak dengan segala hikmah yang datang bersama penjelasan Ummu.

“Kemudian kenapa latar belakangnya berwarna hitam? Kenapa tidak kuning, merah, biru, atau warna lainnya yang lebih cerah? Mengapa kamu memilihkan warna gelap?” Tanya motivator yang begitu antusias.

Lalu Ummu menjawab dengan jawaban yang luar biasa untuk anak kelas X SMA sepertinya, “Kak, saya tidak mau menjadi mawar berduri di tengah taman. Kalau saya menjadi mawar berduri di tengah taman, gampang bagi orang untuk memetik saya. Hanya ada denda 50 ribu atau beberapa bulan kurungan lalu orang dengan mudah memetiknya, saya tidak mau seperti itu. Saya ingin menjadi mawar berduri di tepi jurang, maka dari itu saya memberi background hitam gelap di belakangnya.”

“Maksudnya?” Tanya motivator meminta penjelasan lebih dalam.

“Saya ingin menjadi mawar berduri di tepi jurang, karena suatu saat saya yakin jikalau kelak ada seorang laki-laki yang memetik saya. Dia pasti laki-laki yang paling berani mengorbankan nyawanya untuk saya. Karena terdapat resiko besar memetik bunga di tepi jurang bukan sekedar denda atau kurungan satu dua bulan, tapi nyawanya.” Jawab Ummu tersenyum penuh kepercayaan.

MasyaAllah, luar biasa. Semoga kita para perempuan dapat terus belajar menjadi seperti mawar berduri di tepi jurang yang selalu mengindahkan semua aturan dan ketentuan Allah. Karena yakinlah, semua yang Allah tetapkan untuk kita itu adalah sebuah ketetapan terbaik yang tak pernah kita duga sebelumnya.


.

About

authorBukan siapa-siapa, hanya fakir ilmu yang dipertemukan denganmu melalui tulisan disini ✌.
Learn More →



"Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain."(HR.Thabrani dan Daruquthni),